
BOGOR – Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo memperkuat komitmen pendampingan santri melalui Pelatihan Dasar Bimbingan Konseling bertajuk “Pesantren Ramah Santri: Strategi Memahami, Mencegah, dan Menangani Permasalahan Psikososial Santri”, Ahad (30/8/2026), di Aula Joko Wiyono. Agenda ini dirancang untuk membekali guru dan pembina asrama dengan keterampilan dasar dalam mengawal kondisi psikososial santri.
Narasumber pertama, Elisa Kurniadewi, M.Si., menekankan bahwa kesehatan mental pengasuh merupakan fondasi utama sebelum mendampingi santri.
“Sebagai pengasuh, baik ustaz, ustazah, maupun mudabir, kita perlu menjaga kesehatan mental kita terlebih dahulu. Jika kita sehat, kita bisa menghadapi masalah dan memberikan teladan yang baik bagi para santri,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Rohimi Zamzam, S.Psi., S.H., M.Pd., menggarisbawahi peran pengasuh sebagai figur orang tua di pesantren.
“Para ustaz, ustazah, serta mudabir dan mudabirah adalah orang tua kedua yang mendampingi santri selama 24 jam. Oleh karena itu, kita dituntut untuk tidak hanya peka terhadap kesehatan fisik, tetapi juga harus mampu memahami kondisi psikologis santri dengan mau mendengarkan, mengamati, dan merangkul perasaan mereka,” jelas Rohimi.
Ia menambahkan pentingnya SOP penanganan yang jelas serta ekosistem pengasuhan yang positif.
Di kesempatan yang sama, kordinator kegiatan Dinda Fitria, menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan lembaga.
“Pelatihan ini merupakan komitmen kami dalam meningkatkan kualitas kesehatan mental santri di lingkungan MBS. Diharapkan para guru mampu memberikan pendampingan terbaik agar santri nyaman belajar dan berprestasi,” pungkasnya.
Lewat agenda strategis ini, MBS Ki Bagus Hadikusumo optimistis dapat menciptakan lingkungan pesantren yang ramah, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan psikologis santri.
Redaktur – Media dan Komunikasi MBS Ki Bagus Hadikusumo
